Pembelajaran Pemrograman Paskal

Silahkan download materi disini:

  1. Modul Praktikum Algoritma dan Pemrograman Pascal
  2. Materi Jaringan Komputer
  3. Materi Sistem Komputer
  4. Materi Flowchart

Pascal merupakan salah satu bahasa pemrograman tingkat tinggi. Pemrograman tingkat  tinggi menandakan bahwa Pascal banyak menggunakan bahasa manusia dalam penulisan  sintaksnya.

Mari kita melihat perbedaan antara bahasa Pascal dan C untuk pembanding dalam sintaks  yang digunakan:

Paskal

uses crt;
var a : integer;
begin
clrscr;
writeln(‘Masukkan nilai antara 0 sampai 100 : ‘);
readln(a);
if a > 5 then begin
writeln(‘Nilai a lebih besar dari 5′);
writeln(‘Tekan sembarang tombol untuk keluar’);
end
else begin
writeln(‘Nilai a lebih kecil atau sama dengan 5′);
writeln(‘Tekan sembarang tombol untuk keluar’);
end;
readkey;
end.

C

#include <stdio.h>
#include <conio.h>
int a;
void main() {
clrscr();
printf(“Masukkan nilai antara 0 sampai 100 : “);
scanf(“%d”, &a);
if (a > 5) {
printf(“Nilai a lebih besar dari 5 Tekan sembarang tombol untuk keluar”);
} else {
printf(“Nilai a lebih kecil atau sama dengan 5 Tekan sembarang tomboluntuk keluar”);
}
getch();
}

Dua penggalan program di atas akan menghasilkan program yang sama persis yaitu  meminta sebuah input berupa angka antara 0 sampai 100. Kemudian sebuah tulisan akan  muncul tergantung dari nilai input yang dimasukkan.

Dari 2 bahasa tersebut, dapat dilihat bahwa dalam bahasa Pascal lebih sederhana dan  lebih banyak menggunakan bahasa manusia. Sedangkan dalam bahasa C, lebih banyak  penggunaan simbol.

Turbo Pascal dan C merupakan program compiler. Compiler sendiri berarti program  yang menerjemahkan tulisan berupa kode program menjadi bahasa mesin yang dapat  dimengerti oleh komputer. Proses yang dilakukan disebut compile atau compiling. Suatu  program dapat di-compile dengan menggunakan kombinasi tombol Alt + F9. Sedangkan  untuk menjalankan program, tombol yang dapat digunakan adalah Ctrl + F9. Bila selama  proses compile terdapat error atau kesalahan dalam penulisan program, maka Turbo  Pascal atau C akan memberitahukan letak kesalahan tersebut sehingga pengguna dapat  memperbaikinya di halaman editor.

Turbo Pascal merupakan bahasa yang case insensitive yang berarti penulisan dalam huruf  kapital maupun huruf kecil tidak dipermasalahkan. Akan tetapi pada C yang case sensitive,  maka penulisan huruf kapital atau kecil harus benar-benar diperhatikan

Untuk pembahasan berikutnya, kita akan menggunakan program Turbo Pascal dengan  bahasa pemrograman Pascal sebagai pengantar contoh. Perlu diingat bahwa bila anda  telah menguasai satu bahasa pemrograman, maka anda akan dengan cukup mudah  berpindah ke bahasa pemrograman lainnya selama anda memiliki dasar algoritma dan  logika yang baik. Oleh sebab itu, pada pembahasan yang selanjutnya, yang akan  ditekankan adalah algoritma dan logika, bukan sintaks dan function / procedure yang  terdapat dalam Turbo Pascal. Function atau procedure yang telah disediakan oleh Turbo  Pascal dapat anda pelajari sendiri penggunaannya melalui Help yang terdapat di Turbo  Pascal.

Struktur kode

Pada setiap kode pemrograman, terdapat aturan yang harus dipatuhi agar program  tersebut dapat menjalankan (compile) suatu program dengan baik tanpa error. Struktur  utama pada Turbo Pascal adalah sebagai berikut.

program          … ;{deklarasi nama program}

uses             … ;{deklarasi penggunaan unit}

label            … ; {deklarasi label}

const            … ; {deklarasi konstant}

type             … ; {deklarasi tipe data}

var              … ; {deklarasi variabel}

procedure        … ; {deklarasi procedure}

function         … ; {deklarasi function}

begin

statement;

{program ditulis di sini}

end.

Tulisan yang diapit oleh tanda kurung kurawal {} adalah comment dan tidak dianggap  sebagai bagian program ketika di-compile oleh compiler. Pada baris pertama, anda dapat  mendeklrasikan nama program. Umumnya untuk mengefisiensikan pengerjaan suatu  program (khususnya pada lomba), baris pertama dapat diacuhkan atau dilewatkan. Baris kedua yaitu “USES” merupakan deklarasi penggunaan unit dalam Turbo Pascal. Unit  merupakan bagian dari program yang berisi kumpulan function dan procedure. Contoh  fungsi yang banyak digunakan adalah CRT, dengan function yang terdapat di dalamnya  yaitu clrscr dan readkey. Anda dapat menjalankan suatu program tanpa menggunakan  USES, akan tetapi anda hanya dapat menggunakan function dan procedure yang sudah  terkandung secara native dalam Turbo Pascal. Contohnya anda tidak dapat menggunakan  clrscr atau readkey tanpa CRT, tetapi bisa menggunakan writeln dan readln tanpa CRT  tersebut karena CRT merupakan unit untuk pengolahan output ke layar dan input dari  keyboard. Label digunakan bersamaan dengan keyword GOTO. GOTO sendiri jarang digunakan  karena tidak efisien dan cenderung membingungkan penggunanya.

Const digunakan untuk mendeklarasikan suatu konstan. Konstan merupakan suatu  keyword yang memiliki nilai tertentu. Misalnya bila anda mendeklrasikan PI sebagai 3.14,  maka ketika anda menggunakan PI pada baris program, PI akan digantikan dengan 3.14.

Type digunakan untuk mendeklarasikan suatu tipe data baru dari tipe data yang sudah ada sebelumnya. Berguna ketika harus menggunakan pointer. Var digunakan untuk mendeklarasikan suatu variabel. Variabel yang dideklarasikan harus  memiliki tipe data tertentu. Penjelasan dalam penggunaan variabel akan dibahas di bagian  berikutnya. Procedure dan function merupakan sub-program. Procedure tidak mengembalikan  nilai, sedangkan function mengembalikan nilai. Procedure dan function mengandung  suatu penggalan program yang dapat dipanggil oleh program utama atau sub-program  yang lainnya. Bila anda belum mengerti maksud dari “mengembalikan nilai” maka anda  dapat membayangkan bahwa hasil dari function dapat dimasukkan ke dalam suatu  variabel atau menghasilkan suatu nilai, sedangkan procedure hanya menjalankan suatu  potongan program. Contoh procedure adalah writeln dan clrscr karena kedua procedure  tersebut tidak mengembalikan nilai apapun. Sedangkan contoh function adalah “sqrt”  yang akan mengembalikan nilai berupa akar kuadrat dari bilangan yang dimasukkan.  Sebagai informasi: “procedure” adalah istilah yang digunakan pada Pascal. Pada bahasa  pemrograman yang lainnya, biasa disebut “function yang tidak mengembalikan nilai” atau  “void function”. Program utama yang akan dijalankan oleh Turbo Pascal dapat ditulis diantara BEGIN  sampai dengan END.

Variabel dan tipe data

Terdapat beberapa tipe data yang dapat dipergunakan dalam suatu variabel, di antaranya  adalah (beserta range yang dapat diterima):

Integer

Integer (-2^15 sampai 2^15), word (0 sampai 2^16), shortint (-2^7 sampai 2^7), byte (0  sampai 2^7), longint (-2^23 sampai 2^23)

Float / Real

Real (6 byte), singel (4 byte), double (8 byte), extended (10 byte), comp (8 byte)

Boolean

Bernilai TRUE atau FALSE (1 atau 0)

Char

Merupakan integer  yang telah dikonversikan ke kode ASCII.

Array

Merupakan deretan suatu variabel yang bertipe data sama. Pembahasan yang lebih  lengkap akan terdapat di bagian tersendiri. String merupakan array dari char.

Algoritma dasar

Pada dasarnya terdapat beberapa algoritma yang harus dikuasai dalam pemrograman  yaitu:

1. Operator

2. Input/output: Bagaimana meminta suatu input dan menampilkan suatu output.

3. Selection: Bagaimana membuat program yang dapat memilih bagian yang akan  dijalankan.

4. Repetition / looping: Bagaimana membuat program yang dapat mengulang suatu bagian program yang dijalankan.

Rangkuman operator

Dalam bahasa pemrograman, sebuah proses dibagi menjadi 2 yaitu operand dan operator. Operand dapat berupa variabel atau nilai. Sedangkan operator merupakan tanda-tanda  yang dipakai untuk mengolah. Terdapat banyak jenis operator, tapi 4 jenis yang perlu dipelajari untuk saat ini adalah  assignment operator, arithmatic operator, comparison operator, logical operator.

Assignment operator

ditandai dengan :=, dan digunakan untuk memberi nilai ke suatu  variabel.

Arithmatic operator

ditandai dengan *, /, +, -, div, mod. Digunakan untuk  pengolahan nilai matematika.

Comparison / Relational operator

ditandai dengan =, <, >, <=, >=, <>, dan IN.

Digunakan untuk perbandingan 2 nilai sehingga menghasilkan nilai true dan false.

Logical operator

ditandai dengan AND, OR, XOR dan NOT. Digunakan untuk  perbandingan logika antara dua pernyataan atau lebih.

Penting: penggunaan = dan := harus diperhatikan karena penggunaan operator ini  terkadang salah tempat.

Input Output:

Terdapat 2 jenis input/output secara umum yaitu layar/keyboard dan file. Input menggunakan readln() dan read(). Dalam penggunaan melalui keyboard, kedua  procedure ini tidak berbeda. Akan tetapi bila input berasal dari file, kedua procedure akan  berbeda dalam mengambil input. Readln() akan mengambil input dalam suatu baris,  kemudian cursor akan dipindahkan ke baris selanjutnya. Pada read() akan mengambil  input dalam suatu baris, kemudian cursor akan dipindahkan ke sebelah bagian yang  diinput. Bila tidak ada lagi bagian yang dapat diinput, maka cursor baru dipindah ke  bawah.

Output menggunakan writeln() dan write(). Penggunaannya hampir sama dengan yang  read() dan readln(). Pada writeln dan write, keduanya akan berpengaruh baik di file  maupun di layar.

Contoh program:

uses crt;

var a,b: integer; begin

clrscr; write(‘Masukkan bilangan antara 1 – 100: ‘); readln(a); b:= a * 2; writeln(‘Bilangan yang dimasukkan adalah ‘, a); writeln(‘Bilangan setelah dikali 2 adalah ‘, b); readkey;

end.

Selection

Selection merupakan salah satu proses program di samping sequential (pengerjaan secara  berurut) dan repetition / looping. Dalam selection, program akan memilih bagian yang  akan dijalankan (sehingga terdapat bagian yang tak dijalankan). Umumnya selection menggunakan IF … THEN … ELSE …, akan tetapi terdapat pula CASE  … OF. Penggunaan IF lebih umum digunakan bila terdapat pilihan yang tidak terlalu  banyak dan eksekusi baris program yang panjang. Blok pertama untuk IF dijalankan bila condition yang digunakan bernilai TRUE,  sedangkan blok ELSE dijalankan bila nilai conditionnya adalah FALSE.

Contoh:

uses crt;

var bil1, bil2: integer; begin

clrscr; write(‘Masukkan bilangan 1 : ‘); readln(bil1); write(‘Masukkan bilangan 2 : ‘); readln(bil2);

if bil1<bil2 then begin

writeln(‘Bilangan 1 lebih kecil’);

end else begin

writeln(‘Bilangan 2 lebih kecil’);

end readkey;

end.

Penggunaan IF dapat dikombinasikan sehingga suatu blok IF dapat menampung blok IF  yang lainnya (nested selection). Penggunaan IF tidak selalu harus selalu bersama ELSE  (simple selection). IF juga dapat digunakan lebih dari satu kondisi setelah ELSE (linear  selection) atau pada IF yang sama menggunakan operator logika / logical operator  (combined selection). Contohnya adalah seperti baris program di bawah:

if (condition1) then begin

if (condition2) then begin

statement1; stetement2;

end else if (condition3) then begin

statement3; statement4;

end else begin

statement5;

end; statement6; statement7; if (condition4) then begin

statementx; statementy;

end;

end else if (conditionx AND conditiony OR conditionz) begin

statement01; statement02;

end;

Penting: Ada baiknya setiap blok IF selalu dipisahkan dan ditandai dengan spasi kosong  atau menggunakan TAB untuk menghindari kebingungan dalam pembuatan blok  statement.

Repetition / Looping

Repetition dapat digunakan untuk menjalankan suatu bagian program secara berulang-ulang sesuai dengan kondisi yang ada

Looping pada Pascal menggunakan beberapa keyword seperti FOR…DO, WHILE…DO dan REPEAT…UNTIL.

FOR…DO dipergunakan ketika nilai yang akan digunakan sudah diketahui dengan nilai  yang ada di dalamnya selalu ditambah atau dikurangi satu ketika mengalami perulangan.

Sintaks:

FOR variable := startindex (TO/DOWNTO) endindex DO BEGIN

statement;

END;

Dari sintaks di atas, terdapat dua jenis perubahan yang dapat digunakan, yaitu TO dan  DOWNTO. TO akan menghasilkan nilai incremental atau penambahan satu setiap kali  terjadi perulangan. Sedangkan DOWNTO akan menghasilkan nilai decremental atau  pengurangan satu setiap kali terjadi perulangan.

Contoh penggunaan FOR…DO:

for i:=1 to 10 do begin

write(i,’ ‘);

end; for j:=10 downto 1 do begin

write(j,’ ‘);

end;

WHILE…DO dapat digunakan tanpa harus ada perubahan pada nilai kondisi. Selama  kondisi masih bernilai TRUE, maka perulangan akan dilakukan terus.

Sintaks:

WHILE (condition) DO BEGIN

statement;

END;

Contoh penggunaan WHILE…DO:

i:=10;

while i>2 do begin

i:=i-2; writeln(i);

end;

REPEAT…UNTIL berfungsi hampir sama dengan WHILE…DO. Pada REPEAT…UNTIL,  looping akan berhenti justru ketika kondisi bernilai TRUE. Selain itu kondisi akan diuji  pada akhir perulangan sehingga blok di dalam perulangan akan dijalankan minimal satu  kali walaupun kondisi yang ada masih FALSE.

Sintaks:

REPEAT

statement

UNTIL (condition);

Contoh penggunaan REPEAT…UNTIL:

i:=10; repeat

i:=i-3; writeln(i);

until i<1;

Dari penggalan program di atas, dapat dilihat bahwa REPEAT…UNTIL tidak memerlukan  BEGIN dan END untuk menjalankan suatu blok statement.

modul paskal download disini:

  1. modul1

Jumat, 27 Nov’09

Pembahasan Praktikum Paskal  silahkan download disini:

  1. Praktikum Pemrograman Paskal II

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.